Tuesday, August 15, 2006

roses are red violet are blue, is that all u said is true ?

Setiap manusia cenderung memiliki bentuk perthanan diri, hal ini lebih merupakan bentuk insting dan refleks. Bentuk pertahanan diri bagi seseorang dapat berupa bebagai macam cara. Sebagian dari mereka menggunakan kata-kata yang provokatif, sebagian dari mereka menggunakan sisi kecerdasan mereka un tuk mengolah berbagai alasan, thesis, kemungkinan dan atau weak spot dari suatu pernyataan.

Pada dasarnya bentuk pertahanan diri tersebut adalah usaha untuk menutupi kelemahan. Walaupun tidak semua bentuk pertahanan diri dapat dianggap sebagai bentuk tindakan yang digunakan individu atau seseorang untuk menutupi, dan atau melengkapi dan atau membenarkan pendapat yang dilontarkan ke publik.

Jika setiap individu cenderung menggunakan sifat instingtif nya untuk mempertahankan argumen sebenarnya kita tidak akan bergerak dari tempat kita berpijak, hal ini jelas menjadi suatu mungkin. Sehingga kita terjebak dalam lingkaran pembahasan pendapat baru yang tidak berkesudahan.


Yang lebih hebat lagi beberapa dari kita menunjukkan superioritas dibandingkan yang lainnya dengan berusaha menggunakan keyakinan, dan atau agama, dan atau faith, or else creed sebagai alat pembenaran terhadap pendapat kita. Sungguh suatu ironi bila kita mengkondisikan suatu keyakinan sebagai alat untuk menangkal pendapat seseorang.

Padahal dalam keyakinan itu sendiri tindakan seperti itu sebenarnya tidak dibenarkan, tapi inilah hidup “ manusia memiliki kebebasan, dan dengan kebebasan itu ia sudah membatasi kebebasan orang lain untuk berpendapat “

Hukum atau dalam level yang lebih rendah dianggap sebagai teori, bukan merupakan bentuk pembatasan terhadap pola berpikir , tak ada argumen yang menolak pernyataan tersebut diatas, memang disadari suatu tolak ukur dapat diambil dalam bentuk satuan yang telah ditentukan dan atau ditemukan sebelumnya, tapi seyogyanya kita tidak terpaku dalam satu ukuran baku yang membuat kita berada dalam kesempitan pola berpikir ( narrow minded, or shal I say Shallow minded ).

Sesuatu perbuatan yang cenderung instingtif membuat segala seuatu berjalan dengan cepat dan dengan hasil yang semestinya lebih destruktif. Pendapat tidak akan menjadi lebih kuat dengan menunjukkan keberhasilan pribadi kepada publik sebagai salah satu bentuk kenginan untuk menunjukkan superioritas, karane prestasi yang draih seseorang tidak dapat dijadikan sebagai salah satu landasan dalam suatu argumen.

Hal yang bersifat subjektif jelas ditolak dalam suatu bentuk pengolahan pendapat karena ia akan mengaburkan substansi penting dari suatu pernyataan.

Pada akhirnya kesimpulan yang dapat ditarik “ Siapapun anda tidak akan menjadikan anda mutlak lebih benar daripada orang lain ”, banyak individu yang secara tidak sadar mengemukakan pendapat dengn menggunakan prestasi pribadi sebagai alat penguat suatu argumen.

Pendapat yang saya tulis pada akhirnya juga tidak mutlak berada dalam sisi kebenaran, jadi gak usah terlalu dipikirin deh !!!!! bikin tambah puyenggg !!!.

Hasta la vista babyyy

0 Comments:

Post a Comment

<< Home