Saturday, June 25, 2005

Membunuh Nyamuk Dengan Najhul Balaghah

Khusus buat Taufik Alhaddad, yang laen nggak boleh baca !!!!!

Maha suci Allah yang menimbulkan ada dari tiada, yang Adil dalam rahmat-Nya , suci dalam ilmu-nya. Segala sesuatu yang satu selain-Nya adalah kecil, Ia yang tidak bergerak juga tidak diam , sebab gerak membawa perubahan dan segala sesuatu yang berubah tidak lah kekal, Ia tidak berubah dalam ilmu. Tidak berubah dalam Rahmat-nya. Ia tidak mengenal kata sejak sebab jika Ia ia menyandang sejak maka ada sesuatu sebelum-Nya dan yang mengakhiri-Nya., dan segala sesuatu yang mendahuluinya adalah mustahil.

Sementara beberapa manusia yang menyebut dirinya berilmu telah mengutip dari orang-orang bodoh, menyadur dari orang sesat.

Maka saksikanlah karena sesungguhnya iman kalian nifak, kalian adalah kumpulan tentara penggerutu yang dipanglimai oleh seorang wanita penggerutu diatas hewan berkaki empat.

Ini adalah beberapa ungkapan dari Najhul balaghah yang merupakan salah satu karya sastra tertinggi dari lidah yang paling fasih, pena yang paling lancar didunia, tidak ada satu ahli filsafat didunia yang mampu menerangkan tuhan dengan bahasa yang begitu hebat, tetapi sayangnya banyak manusia melupakan karya ini padahal jika membandingkan dengan karya lain apakah itu karya dari Foucoult, atau Socrates atau al Ghazali, ibnu Arabi, Ar-razi, Ibnu Rusd, atau Ibnu Sina, karya ini jelas memiliki bobot jauh diatas karya ilmuwan apapun di dunia. Mungkin anda pernah mendengar salah satu khutbah nya yang tidak menggunakan huruf alif, atau khotbah kerangka, atau khutbah syiqsiqah.

Pernah dalam suatu acara salah satu Ayatullah di Iran - jika saya tidak salah - berkhutbah sebagai kutbah pembuka dan dalam khutbahnya ia memuji-muji Imam Khomeini, setelah naik mimbar Imam Khomeini menyatakan keberatannya atas pujian tersebut dengan alasan, beliau merasa bahwa pujian itu merupakan cobaan dan mampu membuat manusia menjadi takabur. Itulah akhlak yang sebenar-benarnya akhlak.

Asta la vista Babyy!!!!

Sunday, June 12, 2005

Tributte to Hypocrasy

Sungguh menyenangkan ada yang menggantikan saya untuk berpendapat keras dan jujur, amat menyenangkan ternyata untuk duduk diam dan menjadi spectator.


ada beberapa hal yang menyenangkan dalam mengamati sesuatu, kita bisa menilai tanpa harus dinilai, menghina tanpa harus dihina, dan menertawakan tanpa harus dilecehkan.


kemunafikan tidak dapat dinafikan begitu saja dalam proses pengamatan, tapi itu jelas ada sebuah proses penghargaan terhadap kepura-puraan intelektual.


mengapa orang mencari sesuatu yang sangat dekat, lebih dekat dari urat leher.


apakah itu bukti kenginan untuk diakui ?
apakah itu bentuk pengharapan akan pujian ?


jika panca indera lemah
akal lemah
hati sombong
apakah manusia bisa melihat sesuatu yang lebih dekat dari pikirannya sendiri ?