Kemungkinan Menjadi Diri Sendiri
Hal yang paling indah didunia adalah mampu menjadi diri sendiri, mampu mengenali diri sendiri dan tidak berusaha menjadi apa-apa yang bukan merupakan kita. Keindahan berbahasa, kemampuan dan kelembutan berintegrasi adalah hal yang saya yakin perlu dalam suatu hubungan. Tapi sekali lagi ada hal yang perlu ditolak jika ketiga point tersebut diatas secara tidak langsung menjadikan kita bingung dengan identitas kita.
Kenalilah diri mu sendiri maka engkau akan mengenal Tuhan. Adalah pernyataan absurd yang muncul, karena idiom ini manusia berusaha mencari tuhan melalui pengenalan inderawi, melalui pembelajaran psikologi, melalui deret matematis atau melalui kumpulan desertasi para ilmuwan dengan harapan ia dapat mengenali tuhan.
Tidak mungkin mengenali tuhan hanya dengan keterbatasan logika, kelemahan perasaan atau melalui apa yang disebut pencerahan. Jika tuhan merupakan pemuasan kebutuhan masa kanak-kanak, maka saya akan sangat mencintai tuhan, dan mungkin tuhan akan terasa sangat manis.
Beberapa orang yang sempat menelaah tulisan saya mengirimkan email ke saya dan mengganggap saya seorang yang secara mental terganggu, bagi saya hal tersebut bukan masalah karena memang kestabilan mental menurut pendapat beberapa orang dan orang yang lain jelas berbeda, dan tidak menjadikan alasan bagi saya untuk berhenti menulis apa yang saya pikirkan karena mungkin inilah sebenarnya saya.
Kita cukupkan masalah kesehatan mental yang mungkin disoroti oleh beberapa pihak yang merasa eksistensi nya terganggu oleh keberadaan eksistensi yang lain. Bagi saya kemungkinan untuk menjadi benar adalah hal yang mungkin sama peluangnya dengan kemungkinan seseorang untuk menjadi salah.
Berkutat dengan kesalahan adalah suatu hal yang luarbiasa dan itu jelas merupakan seni sebab seni adalah “Kemampuan untuk membuat hal yang tidak mengenakkan menghilang (menguap)“.
Jika waktu bergerak padam
Aku tetap bersinar
Walau tubuh berubah lebam
Sinar mata akan tetap berpijar
Hati tertusuk lidah
Telinga menutup mata
Bernyanyi tak indah
Rasa jelas bukan kata
Maksud saya ada perbedaan yang jelas antara apa yang kita dengar dan apa yang kita lihat, ada orang besar yang mengatakan bahwa jarak antara kebenaran dan kebohongan hanya 4 jari, tapi menurut saya orang besar tersebut perlu menelaah kembali ucapannya karena terkadang apa yang kita lihat pun terkadang tidak bisa menunujukkan kebenaran yang sebenarnya, karena kita lihat apa yang ingin kita lihat.
Membosankan memang membicarakan sesuatu yang tidak dapat disentuh atau dirasakan, well tapi inilah hidup tidak semua bisa anda dapatkan, ada beberapa sekte religius yang percaya akan kehadiran juru selamat yang akan datang menyelamatkan mereka, bagi saya ini merupakan bentuk pengharapan, saya pribadi tidak punya keberanian yang cukup untuk membantah cerita ini disebabkan para penganut sekte2 tersebut cenderung menggunakan emosi dan melibatkan hal-hal yang tidak masuk akal untu membenarkan pendapat mereka.
Saya pribadi sempat membuktikan kecurigaan saya dengan memberikan komentar yang biasa mereka gunakan untuk membuktikan kebenaran harapan mereka. Bagi saya itu adalah bentuk kebebasan berpendapat tapi jika mau mereka mempelajari sedikit tentang paganisme dan agama kuno dari beberapa keyakinan di dunia, mereka akan sadar bahwa sebagian dari mereka telah tersesat oleh pencampuran antara mitos dan realitas.
Sambil menunggu datangnya juru selamat mereka memukul dada dan berteriak keras, meledakkan bom bunuh diri menghancurkan apa yang bukan menjadi hak mereka, memanfaatkan wanita, bagi saya nyawa manusia terlalu berharga untuk dikorbankan bagi hal apapun atau atas nama kepercayaan apapun di dunia, bagi saya saya lebih memilih tidak beragama jika ada satu nyawa tidak berdosa yang harus dikorbankan untuk kepentingan apa yang anda sebut agama.
Bagi saya agama bukan semangat untuk menuntut balas, bagi saya agama bukan dapat dicapai dengan mengorbankan seseorang ditiang salib, manusia menanggung dosa nya sendiri, bagi saya agama adalah memaafkan dan pengampunan, sekali lagi tidak layak bagi seseorang yang memiliki agama untuk menumpahkan darah orang lain yang tidak berdosa atas dasar apapun. Manusia terlalu mulia untuk dikorbankan, dan saya yakin Tuhan dari jenis apapun tidak akan mengorbankan dan mengharapkan pengorbanan dari makhluk yang dicintai-Nya ini.
Tuhan menguji adalah hal yang wajar, karena Ia ingin manusia menyadiri keberadaann ya untuk kepentingan nya sendiri bukan atas dasar kepentingan Nya.
Kenalilah diri mu sendiri maka engkau akan mengenal Tuhan. Adalah pernyataan absurd yang muncul, karena idiom ini manusia berusaha mencari tuhan melalui pengenalan inderawi, melalui pembelajaran psikologi, melalui deret matematis atau melalui kumpulan desertasi para ilmuwan dengan harapan ia dapat mengenali tuhan.
Tidak mungkin mengenali tuhan hanya dengan keterbatasan logika, kelemahan perasaan atau melalui apa yang disebut pencerahan. Jika tuhan merupakan pemuasan kebutuhan masa kanak-kanak, maka saya akan sangat mencintai tuhan, dan mungkin tuhan akan terasa sangat manis.
Beberapa orang yang sempat menelaah tulisan saya mengirimkan email ke saya dan mengganggap saya seorang yang secara mental terganggu, bagi saya hal tersebut bukan masalah karena memang kestabilan mental menurut pendapat beberapa orang dan orang yang lain jelas berbeda, dan tidak menjadikan alasan bagi saya untuk berhenti menulis apa yang saya pikirkan karena mungkin inilah sebenarnya saya.
Kita cukupkan masalah kesehatan mental yang mungkin disoroti oleh beberapa pihak yang merasa eksistensi nya terganggu oleh keberadaan eksistensi yang lain. Bagi saya kemungkinan untuk menjadi benar adalah hal yang mungkin sama peluangnya dengan kemungkinan seseorang untuk menjadi salah.
Berkutat dengan kesalahan adalah suatu hal yang luarbiasa dan itu jelas merupakan seni sebab seni adalah “Kemampuan untuk membuat hal yang tidak mengenakkan menghilang (menguap)“.
Jika waktu bergerak padam
Aku tetap bersinar
Walau tubuh berubah lebam
Sinar mata akan tetap berpijar
Hati tertusuk lidah
Telinga menutup mata
Bernyanyi tak indah
Rasa jelas bukan kata
Maksud saya ada perbedaan yang jelas antara apa yang kita dengar dan apa yang kita lihat, ada orang besar yang mengatakan bahwa jarak antara kebenaran dan kebohongan hanya 4 jari, tapi menurut saya orang besar tersebut perlu menelaah kembali ucapannya karena terkadang apa yang kita lihat pun terkadang tidak bisa menunujukkan kebenaran yang sebenarnya, karena kita lihat apa yang ingin kita lihat.
Membosankan memang membicarakan sesuatu yang tidak dapat disentuh atau dirasakan, well tapi inilah hidup tidak semua bisa anda dapatkan, ada beberapa sekte religius yang percaya akan kehadiran juru selamat yang akan datang menyelamatkan mereka, bagi saya ini merupakan bentuk pengharapan, saya pribadi tidak punya keberanian yang cukup untuk membantah cerita ini disebabkan para penganut sekte2 tersebut cenderung menggunakan emosi dan melibatkan hal-hal yang tidak masuk akal untu membenarkan pendapat mereka.
Saya pribadi sempat membuktikan kecurigaan saya dengan memberikan komentar yang biasa mereka gunakan untuk membuktikan kebenaran harapan mereka. Bagi saya itu adalah bentuk kebebasan berpendapat tapi jika mau mereka mempelajari sedikit tentang paganisme dan agama kuno dari beberapa keyakinan di dunia, mereka akan sadar bahwa sebagian dari mereka telah tersesat oleh pencampuran antara mitos dan realitas.
Sambil menunggu datangnya juru selamat mereka memukul dada dan berteriak keras, meledakkan bom bunuh diri menghancurkan apa yang bukan menjadi hak mereka, memanfaatkan wanita, bagi saya nyawa manusia terlalu berharga untuk dikorbankan bagi hal apapun atau atas nama kepercayaan apapun di dunia, bagi saya saya lebih memilih tidak beragama jika ada satu nyawa tidak berdosa yang harus dikorbankan untuk kepentingan apa yang anda sebut agama.
Bagi saya agama bukan semangat untuk menuntut balas, bagi saya agama bukan dapat dicapai dengan mengorbankan seseorang ditiang salib, manusia menanggung dosa nya sendiri, bagi saya agama adalah memaafkan dan pengampunan, sekali lagi tidak layak bagi seseorang yang memiliki agama untuk menumpahkan darah orang lain yang tidak berdosa atas dasar apapun. Manusia terlalu mulia untuk dikorbankan, dan saya yakin Tuhan dari jenis apapun tidak akan mengorbankan dan mengharapkan pengorbanan dari makhluk yang dicintai-Nya ini.
Tuhan menguji adalah hal yang wajar, karena Ia ingin manusia menyadiri keberadaann ya untuk kepentingan nya sendiri bukan atas dasar kepentingan Nya.

2 Comments:
ehmmmmm........ ;))
yakkk sippp
Post a Comment
<< Home