Wednesday, May 25, 2005

Kemungkinan Menjadi Diri Sendiri

Hal yang paling indah didunia adalah mampu menjadi diri sendiri, mampu mengenali diri sendiri dan tidak berusaha menjadi apa-apa yang bukan merupakan kita. Keindahan berbahasa, kemampuan dan kelembutan berintegrasi adalah hal yang saya yakin perlu dalam suatu hubungan. Tapi sekali lagi ada hal yang perlu ditolak jika ketiga point tersebut diatas secara tidak langsung menjadikan kita bingung dengan identitas kita.

Kenalilah diri mu sendiri maka engkau akan mengenal Tuhan. Adalah pernyataan absurd yang muncul, karena idiom ini manusia berusaha mencari tuhan melalui pengenalan inderawi, melalui pembelajaran psikologi, melalui deret matematis atau melalui kumpulan desertasi para ilmuwan dengan harapan ia dapat mengenali tuhan.

Tidak mungkin mengenali tuhan hanya dengan keterbatasan logika, kelemahan perasaan atau melalui apa yang disebut pencerahan. Jika tuhan merupakan pemuasan kebutuhan masa kanak-kanak, maka saya akan sangat mencintai tuhan, dan mungkin tuhan akan terasa sangat manis.

Beberapa orang yang sempat menelaah tulisan saya mengirimkan email ke saya dan mengganggap saya seorang yang secara mental terganggu, bagi saya hal tersebut bukan masalah karena memang kestabilan mental menurut pendapat beberapa orang dan orang yang lain jelas berbeda, dan tidak menjadikan alasan bagi saya untuk berhenti menulis apa yang saya pikirkan karena mungkin inilah sebenarnya saya.

Kita cukupkan masalah kesehatan mental yang mungkin disoroti oleh beberapa pihak yang merasa eksistensi nya terganggu oleh keberadaan eksistensi yang lain. Bagi saya kemungkinan untuk menjadi benar adalah hal yang mungkin sama peluangnya dengan kemungkinan seseorang untuk menjadi salah.

Berkutat dengan kesalahan adalah suatu hal yang luarbiasa dan itu jelas merupakan seni sebab seni adalah “Kemampuan untuk membuat hal yang tidak mengenakkan menghilang (menguap)“.

Jika waktu bergerak padam
Aku tetap bersinar
Walau tubuh berubah lebam
Sinar mata akan tetap berpijar

Hati tertusuk lidah
Telinga menutup mata
Bernyanyi tak indah
Rasa jelas bukan kata

Maksud saya ada perbedaan yang jelas antara apa yang kita dengar dan apa yang kita lihat, ada orang besar yang mengatakan bahwa jarak antara kebenaran dan kebohongan hanya 4 jari, tapi menurut saya orang besar tersebut perlu menelaah kembali ucapannya karena terkadang apa yang kita lihat pun terkadang tidak bisa menunujukkan kebenaran yang sebenarnya, karena kita lihat apa yang ingin kita lihat.
Membosankan memang membicarakan sesuatu yang tidak dapat disentuh atau dirasakan, well tapi inilah hidup tidak semua bisa anda dapatkan, ada beberapa sekte religius yang percaya akan kehadiran juru selamat yang akan datang menyelamatkan mereka, bagi saya ini merupakan bentuk pengharapan, saya pribadi tidak punya keberanian yang cukup untuk membantah cerita ini disebabkan para penganut sekte2 tersebut cenderung menggunakan emosi dan melibatkan hal-hal yang tidak masuk akal untu membenarkan pendapat mereka.

Saya pribadi sempat membuktikan kecurigaan saya dengan memberikan komentar yang biasa mereka gunakan untuk membuktikan kebenaran harapan mereka. Bagi saya itu adalah bentuk kebebasan berpendapat tapi jika mau mereka mempelajari sedikit tentang paganisme dan agama kuno dari beberapa keyakinan di dunia, mereka akan sadar bahwa sebagian dari mereka telah tersesat oleh pencampuran antara mitos dan realitas.

Sambil menunggu datangnya juru selamat mereka memukul dada dan berteriak keras, meledakkan bom bunuh diri menghancurkan apa yang bukan menjadi hak mereka, memanfaatkan wanita, bagi saya nyawa manusia terlalu berharga untuk dikorbankan bagi hal apapun atau atas nama kepercayaan apapun di dunia, bagi saya saya lebih memilih tidak beragama jika ada satu nyawa tidak berdosa yang harus dikorbankan untuk kepentingan apa yang anda sebut agama.

Bagi saya agama bukan semangat untuk menuntut balas, bagi saya agama bukan dapat dicapai dengan mengorbankan seseorang ditiang salib, manusia menanggung dosa nya sendiri, bagi saya agama adalah memaafkan dan pengampunan, sekali lagi tidak layak bagi seseorang yang memiliki agama untuk menumpahkan darah orang lain yang tidak berdosa atas dasar apapun. Manusia terlalu mulia untuk dikorbankan, dan saya yakin Tuhan dari jenis apapun tidak akan mengorbankan dan mengharapkan pengorbanan dari makhluk yang dicintai-Nya ini.

Tuhan menguji adalah hal yang wajar, karena Ia ingin manusia menyadiri keberadaann ya untuk kepentingan nya sendiri bukan atas dasar kepentingan Nya.

Friday, May 20, 2005

Menurut Sana-Sini republish

Tulisan pada blogger ini saya dedikasikan bagi mereka yang pandai mengutip tulisan para ahli. Pengutipan, penyaduran, atau praktek plagiarism, bukan suatu hal yang tabu , dan indeed itu diperkenankan .Beberapa orang / komunitas mengutip dari banyak buku yang dia baca , dengan beberapa asumsi, yang saya anggap mungkin terjadi dan atau menjadi alasan pengutipan tersebut antara lain:1. Memperkuat argumen pribadi pada hasil thesis atau tulisan, padahal untuk menjadi sebuah thesis harus ada synthesis & antithesis. Sebelum tulisan itu dianggap thesis, atau menurut hemat saya seorang penulis harus mempertimbang-kan argumen yang membatalkan argumennya . ( apakah ini terkesan menggurui? jika jawabannya iya...! saya mohon maaf…..)2. Menambah perbendaharaan informasi atau data, dalam kasus ini bisa dikatakan bahwa mengutip itu perlu ,bahkan mungkin mendekati wajib.3. Sekedar memenuhi halaman blogger, sehingga artikel dalam blogger tersebut lebih mirip sebuah tulisan yang berisi kumpulan resensi dari berbagai buku yang mungkin diusahakan oleh penulis blogger untuk mengangkat dan atau memberikan nilai lebih pada bloggernya dimata para bloggerer (istilah ini saya ciptakan untuk mereka yang menulis di blogger) yang lain.Dalam hukum sebab akibat ( ini merupakan hukum bukan lagi teori) “Akibat merupakan hasil dari previous action ( tindakan sebelumnya) dan previous actionlah yang kita sebut sebagai sebab". Tanpa berusaha menjadi psikolog, saya berasumsi jika bloggerer mengutip, dengan sebab alasan pada point ke-3, maka mungkin ia adalah seorang yang sebenarnya tidak memiliki jati diri ………… sebab ia tidak lebih dari perpanjangan lidah dan tangan penulis yang ia kutip tulisannya .Well, jika anda perhatikan analisa dari para fruedian…., mungkin ia memiliki masa kecil yang kurang bahagia dengan Guru Bahasa Indonesia. Sehingga ia tidak dapat menulis dengan baik.Akhir dari tulisan ini mungkin akan sedikit menyayat hatiThe Conclusion“Saya menyarankan bagi mereka yang menganggap mengutip dapat menaikkan derajatnya dimata manusia , maka bersedihlah karena anda baru saja menjadi orang lain yang bukan diri anda sendiri “
Asta la vista Baby..!!!!!!!!!!

Carpe Diem


Duduk dipayungi fiber berwarna dari sebuah sebuah halte bus, dengan pipi merona-bara senyum yang sekan selalu menempel di wajahnya, ia memegang bagian bawah perutnya yang ditutupinya dengan tas, agak sakit memang setelah tadi malam tapi sensasi yang ia rasakan selama hampir 20 detik tadi malam, membuat seakan-akan lepas ruh dari raganya, menjadikan rasa sakit itu seperti tak berarti. Semua warna terlihat cerah, semua wajah terlihat merona dan seakan-akan semua orang yang lalu lalang tersenyum padanya. Tak ada kalimat yang dapat membuatnya sedih, tak ada suasana yang dapat merusak hatinya.Ini merupakan bungkus ketiga coklat merek snicker yang ditelannya dengan rakus sambil duduk dihalte bis tanpa tahu harus menunggu apa , sudah lima bis dengan tujuan kampus yang ia lewatkan, ia merasa betah duduk disini ditemani pedagang koran yang lalu lalang.Ibunya pasti akan menangis darah jika ia mengetahui, klo anaknya baru saja menghilangkan Sesuatu yang dianggap suci oleh wanita tahun 70-an, dan menyerah kannya pada seorang yang baru dikenalnya tidak lebih dari 48 jam, ia baru berumur 20 tahun 4 bulan dan 3 hari kemarin malam, dan pada umur 20 tahun 4 bulan dan 4 hari, hari ini tentunya ia merasakan kebahagiaan yang berlebihan, euphoria mungkin.Memori nya meloncat menuju sebuah ruangan hotel dengan ranjang Victoria beraroma harum dari sebuah lilin aroma terapi bercampur aroma vodka dan after shave suara lelaki seksi berumur 28 tahun itu membisikkan “Carpe Diem,carpe diem, carpe diem, gather roses while you can” seakan berusaha mengatakan nikmatilah malam ini, aku akan melakukan semua yang membahagiakanmu.Suara deruman mobil truk sampah dan aromanya yang khas membuyarkan aroma laki-laki dari lamunan semalam, ia meraih handphone nya menekan nomor dan tak berapa lama terdengar suara “ hallo okke “ jawabnya diujung sana “aliza tampaknya kita harus bertemu malam ini” sahut perempuan itu “baik aku akan menjemputmu jam 9malam ini seperti kemarin” laki-laki itu menimpali “ok, bye” wanita itu menutup pembicaraan dengan senyum yang hampir memperlihatkan ke 32 giginya yang putih seperti permen chiclet.Langkah kaki ringan, awan mendorong tubuhnya, ayo beranjaklah malam teriaknya dalam hati pada matahari “Carpe Diem, Gather roses while you can” teriaknya lagi dalam hati.

Thursday, May 19, 2005

Bab I Gibberish

Jika waktu berubah lentur, bergerak mengikuti kesan yang diciptakan manusia alangkah berartinya hidup. Jika waktu dapat membeku seperti air dibawah suh nol derajat aku akan bergerak ke Utara karena mungkin disana aku akan menemukan kebahagiaan masa kanak-kanakku yang mungkin sudah menjadi dingin layaknya bongkahan masa milik orang lain. Jika waktu dapat meloncat dari satu tempat ketempat lain betapa beruntung nya aku Karena aku dapat berada di puluhan tempat dalam satu masa yang sama. Aku satu detik yang lalu berbincang bincang dengan aku lima detik yang lalu.

O Time! for thou whom seek for false faith join me
The frozen needle of the time laid crushed and broken
Sailed with thee joy imagination.

Ribuan aku saling memandang tertawa, berbahagia, tersenyum, lemah, terkapar berbaring penuh nanah dan darah, atau terbang melayang berkejaran bersama burung pemakan bangkai serta gagak yang mengigit sendok perak

Aku bukan meracau dan tak pernah ku lepas dari jangkauan Penguasa Masa, pena yang kuperintahkan kau rengkuh sebenarnya tidak perlu, karena kau telah mengenali siapa dan apa aku..

Me the ordain of time, for twelve periods stair that we climb can we meet the master of time, salvation and purification.
O the master of time an ordain purify thee follower.
Neglect shall not be in our path.

Kesendirian seharusnya mengikuti kalian setelah kejayaan.
asta la vista babyyy !!!!!!